Rio Setiady: BBM Langka, Pemprov Babel jangan Tutup Mata

oleh -622 Dilihat
Rio Setiady

Pangkalpinang – Kilas Babel – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang, Rio Setiady ST ikut menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khususnya di wilayah Kota Pangkalpinang akhir-akhir ini.

Dia pun mendesak agar Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk mengatasi persoalan tersebut yang kini menjadi keluhan masyarakat luas.

“Kami harap pemda dalam hal ini Pemprov Babel jangan tutup mata, ini masalah serius, jangan biarkan berlarut-larut, kasihan masyarakat,” ujar Rio kepada kilasbabel.com, Jumat (10/12/2021).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang ini mengatakan, secara kewenangan BBM bukan berada di kota atau kabupaten, melainkan ada di provinsi. Maka dari itu, katanya, Pemprov Babel sebaiknya pro aktif melakukan pemantauan di bawah.

“Karena masalah antrian dan kelangkaan BBM ini sudah berjalan sekian lama dan dikeluhkan oleh masyarakat kita. Jadi harapan kami pemprov segera mengambil langkah,” pinta politisi PKS ini.

Menurut wakil rakyat dapil Kecamatan Gerunggang dan Taman Sari ini, jika pemerintah daerah kota dan kabupaten ingin melakukan penertiban, maka yang bisa dilakukan ialah penegakan Peraturan Daerah Ketertiban Umum yang mengatur ketertiban pengguna jalan dan kerumunan masa di SPBU, yang mana dikhawatirkan dapat membahayakan karena SPBU relatif rentan Jika harus terjadi penumpukan kendaraan bermotor seperti saat ini.

“Aparat penegak hukum bisa juga bertindak jika kelangkaan BBM ini terjadi secara masif yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, bahkan informasi yang kami terima harga ecerannya sudah melampaui harga eceran pada hari-hari biasa,” beber Rio yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKS Babel ini.

Lebih lanjut dikatakan suami dari Isminati ini, aktivitas tambang timah yang meningkat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentu saja juga mempengaruhi kebutuhan BBM di masyarakat.

Sementara disisi lain, tambahnya, pasokan BBM tetap atau tidak bertambah.

“Untuk itu, persoalan ini harus dicarikan solusinya, benar tidak ada kelangkaan BBM.yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, karena laporan ini sudah kami terima dari masyarakat dan tentu saja kami berkewajiban meneruskannya kepada pihak terkait, baik kepada pemerintah provinsi maupun aparat penegak hukum,” tandas lulusan teknik kimia di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (dom007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.