Majid Al Futtaim, Pemilik Mal Terkaya dari Uni Emirat Arab

oleh -197 Dilihat

Kilas Babel – Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara yang kaya akan minyak dan gas. Namun, tak perlu jadi pengusaha emas hitam untuk masuk ke daftar orang terkaya di sana. Majid Al Futtaim telah membuktikannya.
Mengutip berbagai sumber, Majid lahir di Dubai pada 1930-an. Ia dibesarkan dari keluarga pedagang yang dekat dengan dinasti penguasa, Al Maktoums. Besar di keluarga pebisnis membuat Majid dekat dengan dunia pengusaha.

Pada 1930, keluarganya mendirikan Al Futtaim Trading Group dan mendapatkan keuntungan dari aturan pembatasan kepemilikan asing maksimal 49 persen.
Aturan itu membuat keluarga Majid bisa patungan dengan perusahaan multinasional untuk membawa berbagai produk ritel ke UEA seperti Toyota hingga Panasonic. Selama enam dekade, keluarga Al Futtaim melebarkan sayap dari ritel ke konstruksi, asuransi hingga otomotif.

Selama beberapa waktu, Majid menjadi penerus usaha keluarga bersama sepupunya Abdullah. Kerja sama keduanya harus berakhir saat Majid memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri Majid Al Futtaim (MAF) Holdings pada 1992.

Lewat holding itu, Majid mendirikan sejumlah pusat perbelanjaan besar di UEA. Mal pertama yang ia buka adalah Deira City Centre di Dubai pada 1995. Pada tahun yang sama, ia menjadi pemegang waralaba ritel Prancis, Carrefour, di sana.

Setelah itu, MAF Holding mendirikan 26 mal, termasuk Mal Emirates di Dubai yang merupakan pusat perbelanjaan pertama di Timur Tengah yang memiliki fasilitas resor ski di dalam ruangan.

Selain di Dubai, MAF Holding juga mendirikan pusat perbelanjaan di negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Terakhir, ia membuka Mal of Oman yang menjadi mal terbesar di kesultanan itu pada 2021.

Majid menyadari pusat perbelanjaannya harus lengkap dengan berbagai fasilitas, termasuk bioskop. Karenanya, pada 2000, ia meluncurkan multipleks pertama di UEA, Vox Cinemas.

Tak hanya pusat perbelanjaan. Majid juga mengembangkan bisnis MAF Holding ke perhotelan. Setidaknya ada 13 hotel yang dikelola oleh holding tersebut.

Mengutip situs resmi perusahaan, Majid ingin membuat hidup orang menjadi lebih mudah dengan menyediakan tempat yang memberikan fasilitas belanja, makan, istirahat, dan bermain sekaligus.

“Mimpi saya adalah menciptakan momen-momen indah untuk setiap orang setiap hari,” ujar Majid.

Sepak terjangnya di industri ritel dan hiburan membuat Majid menjadi salah satu orang terkaya di Uni Emirat Arab, bahkan dunia.

Per Jumat (3/12), Forbes mencatat kekayaan Majid dan keluarga mencapai US$4,2 miliar atau sekitar Rp60,69 triliun asumsi kurs Rp14.450 per dolar AS). Ia duduk di peringkat ke-831 pada Daftar Orang Terkaya Forbes 2021.

Saat ini, Majid tinggal bersama istri di rumahnya yang bak istana di Dubai. Sementara, pengelolaan perusahaan ia serahkan pada anaknya Tariq Al Futtaim. (i3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.