Gunung Dempo Di Sumsel Berstatus Waspada! Warga Diingatkan Potensi Erupsi

oleh -188 Dilihat

KILAS BABEL.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) resmi meningkatkan status Gunung Dempo yang berada  di Kota Pagaralam (perbatasan Sumsel – Bengkulu) ke level waspada.

Masyarakat diminta untuk waspada potensi terjadi erupsi freatuik.

“Iya potensi ancaman bahayanya seperti itu, tapi kita meminta warga jangan panik karena masih ada tingkatan level selanjutnya,” kata Kepala Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori, Jumat (7/1) sebagaimana dikutip dari detikcom.

Dari data Badan Geologi Kementerian ESDM yang diterima detikcom, Jumat (7/1/20201), potensi ancaman bahaya di Gunung Dempo saat ini adalah erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah atau puncak.

Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Kilometer sektor utara searah bukaan kawah.

Hasil pemantauan visual dan kegempaan Badan Geologi menunjukkan adanya kenaikkan aktivitas, Gunung Dempo dinaikkan dari Normal (Level I)
menjadi Waspada (Level II). Peningkatan tersebut terhitung sejak tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, tadi pagi.

“Memperhatikan surat Badan Geologi Kementerian ESDM tentang Peningkatan Status Gunung Dempo dari Normal Level I menjadi Waspada Level II, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan mempersiapkan langkah langkah antisipasi melalui penyiapan personil dan peralatan,” katanya.

Dalam tingkat aktivitas Waspada (Level II) tersebut, masyarakat baik pengunjung ataupun wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas. Selain itu, juga dilarang mendekati area dalam radius 1 km dari kawah, serta arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke sektor utara Gunung Dempo.

“Kepada masyarakat sekitar radius terdekat Gunung Dempo untuk sementara harap selalu waspada dan hati hati dan memperhatikan informasi yang yang resmi dari Pemerintah serta tidak panik secara berlebihan dengan selalu memperhatikan himbauaun dari Pemerintah setempat atau Instansi Resmi lainnya serta pemerintah setempat untuk menutup jalur untuk aktivitas pendakian,” sambungnya.

Dia juga meminta kepada 3 Kabupaten terdekat yakni, Pagar Alam, Lahat dan Empat Lawang untuk dapat mempersiapkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Diharapkan Pemerintah Kota Pagaralam, Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Lahat untuk dapat meninjau kembali Rencana Kontijensi untuk menyesuaikan kondisi lapangan sesuai kondisi aktual yang ada seperti jalur evakuasi atau titik pengungsian serta mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti tenda dan peralatan sanitasi, atau membuat atau memperbaharui rencana kontijensi yang sudah ada,” ungkapnya. (i3)

Sumber : detikcom

Foto : sumsel. inews

Editor : Rakha

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.