PT TIMAH Tbk Lakukan Pengerukan Muara Air Kantung, Nelayan Berharap Akses Keluar Masuk Kapal Bisa Lancar

oleh -75 Dilihat
Istimewa.

KILASBABEL.COM – PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat pesisir melalui program pengerukan Alur Muara Air Kantung, Lingkungan Air Kantung, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat.

Alur Muara Air Kantung selama ini mengalami pendangkalan yang menghambat akses kapal untuk keluar dan masuk muara, terutama saat air surut. Bahkan hal ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Padahal ada ratusan kapal nelayan yang menggunakan alur ini untuk aktivitas perikanan dan sektor lainnya.

Pengerukan alur muara yang dilakukan PT TIMAH Tbk ini menjadi angin segar bagi para nelayan, pasalnya dengan alur yang lebih dalam dan aman, nelayan dapat beraktivitas tanpa harus menunggu pasang atau khawatir perahu kandas.

Seperti yang disampaikan Sudirman, nelayan yang akrab disapa Sudi ini mengatakan, mereka telah kerap menyuarakan terkait pendangkalan Muara Air Kantung karena telah mengganggu aktivitas ekonomi para nelayan. Bahkan kadang kapalnya tidak bisa sandar karena kondisi pendangkalan yang semakin parah.

“Permasalahan pendangkalan ini sudah terjadi sejak tahun 2011 silam, kapal susah keluar masuk padahal kapal saya hanya 6GT. Kami sudah menyuarakan ini kemana-mana. Kalau air kecil itu susah kapal masuk, saya pernah bahkan kapal saya dua hari ditinggal di sana, saya bawa hasil tangkapan ke sini sewa speed sekali jalan itu Rp50.000. Ini tentu menggangu bagi kami nelayan karena harus keluar ongkos lagi, belum lagi harus tambah es untuk ikan,” ceritanya.

Baginya, dengan adanya upaya PT TIMAH Tbk untuk melakukan pengerukan alur muara sungai sangat membantu mereka sebagai nelayan. Sehingga mereka bisa dengan mudah untuk keluar masuk muara sungai untuk mencari rezeki.

“Ini sangat membantu kami dengan adanya pengerukan yang dilakukan PT TIMAH Tbk. Kami berterima kasih kepad PT TIMAH Tbk dan untuk membantu mempercepat pengerukan alur ini kami nelayan juga ada sewa alat berat, jadi ini semacam gotong royong bersama,” ujaranya.

Kedepan, Ia berharap persoalan pendangkalan alur sungai muara air kantung ini dapat diselesaikan, sehingga nantinya nelayan bisa melaut dengan tenang dan bisa fokus mengais rezeki.

“Kalau alur ini tertutup, rezeki kami juga tertutup. Karena ini pintu, pintu rezeki. Semoga nanti kapal bisa masuk dengan mudah, karena memang ada bulan-bulan tertentu yang airnya kecil,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Air Kantung Edo Meirdianno mengatakan, pendangkalan dan penyempitan muara Air Kantung disebabkan oleh faktor alam, terutama pasang surut air dan gelombang tinggi. Proses alam ini menyebabkan air dan material yang dibawa gelombang tertutup di area muara.

Edo menjelaskan, pendangkalan muara sangat mengganggu aktivitas ribuan nelayan serta warga yang menggunakan alur muara. Nelayan sering kali tidak bisa keluar masuk muara pada waktu tertentu, menyebabkan kerugian ekonomi seperti ikan rusak, perahu pecah, dan penurunan pendapatan.

Ia menambahkan, tidak hanya nelayan yang memanfaatkan Muara Air Kantung ini namun juga para pekerja yang ada di laut juga menggunakan akses ini. Sehingga dengan tidak terjadinya pendangkalan sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pengguna alur muara itu banyak sebenarnya ya. Para pekerja dan lain sebagainya. Jadi saya pikir warga Air Kantung, warga Parit Pekir ada juga warga nelayan dua, nelayan satu dan warga manapun yang pengguna alur muara ini sangat terganggu dengan penyempitan muara yang terjadi di Air Kantung itu, termasuk aktivitas ekonomi yang sangat sangat terganggu. Ada cerita nelayan yang malam datang mau berlabuh tapi enggak bisa masuk,” katanya.

“Banyak warga harus beralih ke jalur lain seperti Pangkal Balam yang lebih mudah diakses, sehingga berdampak pada perekonomian lokal, termasuk pendapatan dari parkir kapal,” sambungnya.

Dirinya mengapresiasi PT TIMAH Tbk yang merespon permintaan masyarakat untuk melakukan pengerukan muara Air Kantung dengan menggunakan alat berat sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi persoalan pendangkalan muara.

“Saya pikir PT TIMAH Tbk sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Bergerak cepat, merespon permintaan masyarakat, meski pengerukan muara menggunakan PC bukan solusi utama sebenarnya. Namun memang sekarang ini belum ada yang bergerak serius untuk pembenahan muara. Jadi apa yang dilakukan PT TIMAH Tbk benar-benar sangat membantu masyarakat, paling tidak masyarakat bisa keluar masuk muara ini dengan baik, dengan lancar, walaupun bukan solusi terbaik,” tutupnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.