KILASBABEL.COM, PANGKALPINANG – Gelombang kritik kini bukan hanya mengarah pada Tomi Permana, melainkan juga Bangun Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang.
Ia disorot publik karena dianggap membiarkan kericuhan yang terjadi saat Panwascam Girimaya mendapat intimidasi hingga akhirnya berujung pada mundurnya beberapa anggota pengawas.
Dalam video viral berdurasi 1 menit 38 detik, Tomi Permana terlihat melontarkan ucapan keras bernada intimidatif terhadap jajaran Panwascam Girimaya.
Namun, publik menilai yang lebih mencengangkan adalah diamnya Bangun Jaya sebagai pejabat publik dan elite politik, seolah menutup mata terhadap aksi tersebut.
“Seharusnya Bangun Jaya, sebagai Wakil Ketua DPRD, berdiri paling depan melindungi independensi penyelenggara pemilu. Bukan malah membiarkan intimidasi yang jelas-jelas merusak marwah demokrasi,” tegas seorang pengamat politik lokal, Jumat (22/8/2025).
Insiden ini pun memunculkan efek domino. Beberapa anggota Panwascam Girimaya dikabarkan memilih mundur setelah insiden itu, yang dinilai sebagai bentuk keputusasaan akibat tekanan politik. Publik semakin geram karena sikap pasif Bangun Jaya justru dinilai memberi ruang bebas bagi tindakan intimidasi.
Kini masyarakat mempertanyakan, keberpihakan Bangun Jaya ada di mana? Apakah ia berdiri untuk menjaga integritas demokrasi, atau justru sengaja membiarkan pengawas dilemahkan demi kepentingan politik tertentu?
Kemarahan publik semakin menguat lantaran Bangun Jaya diketahui punya kedekatan dengan kubu politik tertentu, sehingga diamnya ia dalam kericuhan ini dipandang sebagai pembiaran yang disengaja.
“Jika DPRD saja tidak tegas melindungi Panwascam, lalu siapa lagi yang bisa menjamin Pilkada ini berlangsung jujur dan bermartabat?,” ujar salah satu masyarakat Girimaya.
Mundurnya Panwascam bukan sekadar persoalan teknis, melainkan tamparan keras bagi lembaga legislatif yang gagal menunjukkan kepemimpinan moral di tengah krisis demokrasi. Publik kini mendesak agar Bangun Jaya memberikan klarifikasi terbuka dan sikap tegas, demi memastikan Pilkada ulang Pangkalpinang tidak kian ternodai.(tim)





