KILASBABEL.COM, BANGKA – Dalam rangka memastikan keandalan dan pasokan listrik yang aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung (Babel) ajak awak media kunjungi sistem pembangkit listrik yang ada di kawasan Air Anyir Kabupaten Bangka pada Rabu, (17/12/2025).
Dalam kegiatan kunjungan tersebut, Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLN Babel, Wayan Budi Laksana, menyebutkan bahwa pasokan listrik jelang Nataru khususnya di Pulau Bangka dapat dipastikan aman dan terjaga dengan baik.
“Mohon doanya dari kawan-kawan awak media, kita akan menghadapi Siaga Nataru. Pasokan listrik jelang Nataru ini dapat kami pastikan aman dan terjaga dengan baik. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan dan menjaga kualitas sistem kelistrikan dan pembangkit listrik yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” sebut Wayan.
Baca Juga: PLN Babel Kenalkan Taman FABA PLTU Bangka Sebagai Contoh Pemanfaatan Limbah Batubara
Dalam paparannya, Wayan menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di Babel memiliki daya mampu pasokan listrik sebesar 241,05 MW. Dari jumlah tersebut, kontribusi pasokan listrik yang didapat dari Sumatra Selatan melalui jalur kabel bawah laut mencapai 100 MW.
“Secara umum untuk Pulau Bangka kita memiliki 7 gardu induk (GI) dengan total 150 KV. Daya mampu pasok listrik kita sebesar 241,05 MW dengan dukungan pasokan listrik dari Sumatra Selatan melalui jalur kabel bawah laut mencapai 100 MW,” paparnya.
Untuk beban puncak listrik, Wayan menyebutkan nilainya berada pada angka 225,01 MW. PLN UIW Babel juga menyiapkan cadangan listrik sebesar 116,04 MW.
“Dalam status normal beban puncak listrik kita sebesar 225,01 MW dengan didukung cadangan listrik sebesar 116,04 MW,” tambah Wayan.
Baca Juga: PLN UIW Babel: Keberadaan Kabel Bawah Laut Jadi Penopang Keandalan Listrik di Pulau Bangka
Selain memastikan kepada awak media bahwa kondisi listrik di Pulau Bangka aman jelang Nataru, PLN UIW Babel juga mengajak para awak media untuk meninjau kondisi sistem pembangkit listrik dan juga Taman Faba yang ada di PLTU Air Anyir Kabupaten Bangka.
Manager PLTU Bangka, I Gusti Ngurah Putra Astawa, menyebutkan bahwa Taman FABA milik PLTU Bangka dibangun pada tahun 2021. Ia menjelaskan bahwa FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) adalah limbah padat berupa abu halus hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kini dimanfaatkan menjadi material konstruksi bermanfaat, seperti bahan campuran beton, paving block, hingga stabilisasi lahan, sehingga mengurangi limbah dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Setiap hari, ketika kita memproduksi listrik dengan sekitar seribu ton batubara, kita dapat menghasilkan sekitar 5 hingga 10 persen FABA, yaitu antara 50 hingga 70 ton per hari,” ungkapnya.
Baca Juga: Operasi Wirawaspada dan Pertambangan, Imigrasi Amankan 220 WNA Diduga Melanggar Izin Tinggal
Senior Manager PKU PLN UIW Babel, Anton Wahyu Utomo, berharap melalui kegiatan gathering bersama awak media ini dapat menjalin kebersamaan dan memperkuat sinergitas antara PLN dan para awak media.
“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin kebersamaan dan sinergitas antara PLN dan teman-teman awak media, melalui kawan-kawan lah informasi positif dan informasi penting terkait kondisi kelistrikan yang ada di wilayah Babel dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” pungkasnya.(nug)






