Setelah Dua Hari Mencari, Tim SAR Gabungan Temukan Remaja Tenggelam di Muara Kurau dalam Kondisi Meninggal Dunia

oleh -66 Dilihat
Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi jenazah korban yang ditemukan di pesisir pantai, Rabu (24/12/2025).(Foto/Ist)

KILASBABEL.COM, BANGKA TENGAH – Upaya pencarian intensif terhadap seorang remaja bernama Isanudin (16) yang hilang karena tenggelam di Muara Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (24/12/2025). Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh kilasbabel.com, jasad korban ditemukan pada koordinat 2°21’42.3″S 106°15’47.2″E, atau sekitar 2,5 mil laut dari lokasi kejadian. Setelah di evakuasi dari pesisir pantai, jenazah langsung dibawa ke RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, M.M. untuk proses selanjutnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka Tengah, BPBD Bangka Tengah, Tagana Kep. Babel, Polsek Namang, Laskar Sekaban, dan Pramuka Peduli.

Baca Juga: 25 Tahun Babel: Gubernur Hidayat Arsani Teguhkan Syukur dan Kebersamaan, Salurkan Bansos hingga Beasiswa

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini jasad korban yang hilang sejak 22 Desember 2025 telah ditemukan di area pesisir pantai dalam keadaan meninggal dunia. Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” pungkasnya.

Baca Juga: Polresta Pangkalpinang Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban Selama Natal dan Tahun Baru 2026

Sebelumnya, peristiwa nahas menimpa Isanudin, warga setempat. Kejadian bermula pukul 15.00 WIB saat korban bersantai memancing bersama dua rekannya, Ibrahimovic (17) dan Refi (15), di atas perahu speed lidah yang bersandar di dermaga nelayan muara Kurau.

Suasana tenang berubah saat seekor monyet melompat ke perahu. Terkejut, ketiga remaja melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri. Menurut saksi, korban sempat berpegangan pada perahu, namun kemudian memutuskan berenang menyusul kedua temannya yang menuju seberang.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, PT Timah Bersama Resilient Women Gelar Bazar UMKM

Diduga karena kelelahan di tengah arus, korban tidak mampu mencapai tepian dan tenggelam. Rekan korban sempat berusaha menolong, namun kondisi air yang surut membuat tubuh korban terseret arus hingga menghilang dari pandangan.

Warga kemudian melaporkan kejadian ke Kantor SAR Pangkalpinang, yang segera mengirim tim ke lokasi kejadian pada koordinat 2°19’47.5″S 106°14’08.1″E.(eno)

No More Posts Available.

No more pages to load.