1.000 UMKM Banyuasin Dapat Modal, Usaha Naik Kelas Berkat Bank Sumsel Babel

oleh -123 Dilihat
Foto : istimewa.

KILASBABEL.COM – Di balik etalase kecil dan dapur produksi rumahan di Banyuasin, ada ribuan cerita tentang usaha yang ingin naik kelas. Banyak pelaku UMKM memiliki produk yang menjanjikan, namun kerap terkendala pengelolaan keuangan dan akses perbankan.

Momentum perubahan datang ketika 1.000 UMKM Banyuasin menerima hibah modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan lebih berdaya saing.

Bank Sumsel Babel turut memfasilitasi pembukaan rekening tabungan bagi seluruh penerima hibah. Langkah ini memastikan bantuan modal tidak hanya diterima secara tunai, tetapi langsung terintegrasi dengan sistem perbankan, sehingga pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih tertib, transparan, dan tentu aman.

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, menegaskan bahwa akses keuangan formal merupakan fondasi penting agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan.

Bantuan modal akan memberi dampak lebih besar jika dibarengi dengan literasi dan pengelolaan keuangan yang baik.

“UMKM juga memerlukan akses ke layanan perbankan agar usaha bisa dikelola lebih rapi, tercatat, dan memiliki peluang untuk berkembang lebih besar. Di sinilah Bank Sumsel Babel hadir mendampingi,” ujar Festero.

Dengan memiliki rekening bank, pelaku UMKM akan lebih mudah membangun rekam jejak usaha, mengakses pembiayaan lanjutan, serta meningkatkan kepercayaan mitra dan pasar.

Hal ini sejalan dengan peran Bank Sumsel Babel sebagai bank pembangunan daerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Bagi para pelaku usaha di Banyuasin, perubahan ini terasa nyata. Modal kini terpisah dari keuangan pribadi, transaksi lebih aman, dan usaha memiliki identitas finansial yang jelas. Dari momen penyerahan hibah hingga pembukaan rekening bank, lahir harapan baru agar usaha kecil bisa melangkah ke pasar yang lebih luas.

Cerita 1.000 UMKM Banyuasin ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan perbankan dapat menciptakan dampak nyata.

Dengan dukungan modal dan akses keuangan yang inklusif, UMKM tidak hanya bertahan, namun mereka benar-benar naik kelas.

No More Posts Available.

No more pages to load.