KILASBABEL.COM – Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung digeruduk massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Babel. Dipimpin Tiktoker Batara, massa meminta bertemu Gubernur Hidayat Arsani. Mereka menegaskan pergerakan ini murni aksi damai dan wujud sayang kepada Gubernur Babel.
”Kami tidak mau membikin rusuh. Kami tidak mau anarkis, Bapak Gubernur. Kami mencintai perdamaian,” tegas Batara di hadapan barisan petugas keamanan dan peserta aksi lainnya.
Batara menyampaikan bahwa aksi ke kantor gubernur ini bukan didasari oleh kebencian, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kepemimpinan di Bangka Belitung. Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat aksi ini sebagai masukan untuk melakukan perbaikan.
”Aksi yang kami lakukan ini adalah bentuk kasih sayang kami kepada Bapak, biar Bapak sadar, biar Bapak bisa mengambil hikmah dari semua ini,” tambahnya lagi.
Meskipun menegaskan komitmen damai, massa tetap mendesak Gubernur untuk segera keluar dari kantornya dan memberikan jawaban langsung atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Batara dalam orasinya menagih janji-janji kesejahteraan yang pernah dijanjikan. Pasalnya, kondisi saat ini justru berbanding terbalik dengan harapan warga.
”Bapak menjanjikan masyarakat untuk menyejahterakan hidup mereka, namun apa yang terjadi saat ini? Bapak Gubernur bukan hanya tidak bisa menyejahterakan, Bapak malah membiarkan malapetaka dialami masyarakat,” serunya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Batara adalah nasib keluarga dari para warga yang saat ini sedang ditahan. Orator menyebutkan bahwa banyak dari mereka yang berasal dari ekonomi lemah dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
”Ada seratusan orang tahanan, mereka punya keluarga. Lebih dari 50% mereka hidup mengontrak. Anak-anak mereka mau sekolah, istri mereka mau makan. Siapa yang memberi makan?” tegasnya.
Massa menuntut langkah konkret dari Gubernur Hidayat untuk segera merespons ketimpangan sosial ini. Ada dua tuntutan utama yang ditegaskan dalam orasi tersebut, pertama pendataan tahanan di setiap sel Polsek dan Polres di seluruh Kabupaten/Kota di Bangka Belitung. Kedua meminta gubernur menginstruksikan Kepala Dinas Sosial untuk memberikan santunan kepada keluarga tahanan yang terdampak secara ekonomi. Massa mengusulkan angka santunan sebesar Rp30.000 per hari untuk setiap kepala keluarga.
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP ini berjalan cukup tertib meski diwarnai dengan teriakan-teriakan aspirasi. (*)
Sumber : disway.id






