KILASBABEL.COM, PANGKALPINANG – Sepanjang Tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang mencatat berbagai capaian kinerja yang berdampak nyata, baik dalam bidang pembinaan warga binaan, ketahanan pangan, hingga penguatan keamanan dan ketertiban.
Berbagai program dijalankan secara berkelanjutan sebagai wujud komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, berorientasi pada hasil.
Di bidang ketahanan pangan dan kemandirian, Lapas Narkotika Pangkalpinang berhasil memanen hasil pertanian berupa sayuran kangkung, sawi dan pakcoy dengan total mencapai 33,5 kilogram.
Sementara itu, dari sektor perikanan, panen ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila mencapai 130 kilogram. Hasil tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan di dalam lapas.
Dalam hal ini, sebanyak 80 warga binaan terlibat dalam pelatihan kemandirian. Pelatihan tersebut meliputi berbagai bidang, mulai dari las fabrikasi, servis kendaraan, pertanian hidroponik, hingga keterampilan kuliner dan pengembangan UMKM, yang dilaksanakan melalui sinergi dengan instansi dan mitra terkait di daerah.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, menyampaikan bahwa seluruh program pembinaan dirancang agar memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi warga binaan.
“Pembinaan yang kami laksanakan tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi pada hasil dan dampaknya. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan, mental yang kuat, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar Novriadi, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Di Apel Pagi Senin, Wawako Dessy Sindir Pegawai Pemkot yang Cuma Absen Pagi Lalu Balik Sore
Pembinaan kepribadian dan rehabilitasi juga menjadi fokus utama penyelenggaraan pembinaan bagi warga binaan. Sepanjang tahun berjalan, sebanyak 120 warga binaan mengikuti program rehabilitasi, sementara seluruh narapidana juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan kepribadian, seperti pramuka dan kerohanian.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, Lapas Narkotika Pangkalpinang juga secara konsisten menyalurkan bantuan sosial. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 60 paket bantuan sosial disalurkan kepada keluarga warga binaan serta masyarakat di sekitar lapas yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan menghadirkan wajah pemasyarakatan yang peduli dan inklusif.
Di sisi pengamanan, Lapas Narkotika Pangkalpinang terus memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Tercatat sebanyak 30 kali razia dan penggeledahan telah dilaksanakan secara rutin, disertai pelaksanaan tes urine bagi warga binaan dan petugas.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan upaya nyata menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba.
“Komitmen kami tegas dan konsisten. Lapas Narkotika Pangkalpinang harus bersih dari narkoba, baik bagi petugas maupun warga binaan. Pencegahan kami lakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan, razia, dan pembinaan yang terintegrasi,” tegas Novriadi.
Seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak nyata bagi warga binaan, masyarakat dan negara.
Dengan semangat Setahun Berdampak, Lapas Narkotika Pangkalpinang terus berupaya menghadirkan kinerja yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang PRIMA.(eno/SP)






