KILASBABEL.COM – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan, indeks kerukunan umat beragama Indonesia mencapai capaian tertinggi sepanjang sejarah. Indeks kerukunan umat beragama Indonesia tahun 2025, disebutkannya mencapai skor 77,89.
“Kita patut bersyukur kondisi kerukunan beragama di Indonesia terus terpelihara. Indeks kerukunan umat beragama tahun 2025 mencapai skor 77,89 tertinggi semenjak Indonesia lahir,” kata Menag dalam pidatonya pada Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kerukunan beragama berakar kuat dari nilai keimanan yang diwujudkan dalam kehidupan sosial. “Dalam perspektif iman, damai dengan Tuhan harus tercermin dalam damai dengan sesama dan dengan alam semesta,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelahiran Yesus Kristus membawa pesan damai yang menyeluruh bagi kehidupan manusia. “Damai yang menyeluruh, yaitu damai dengan Tuhan, damai dengan sesama, dan damai dengan seluruh ciptaan,” ujar Menag.
Nilai itu disebutnya sejalan dengan panggilan kebangsaan dalam menjaga harmoni sosial, budaya, dan lingkungan. Nasaruddin menekankan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan harmoni tersebut.
“Harmoni ini dimulai dari dalam keluarga, karena keluarga merupakan titik sentral dari seluruh harmoni tersebut. Keluarga dipanggil untuk menjadi ruang pertama pewarisan nilai-nilai iman, kemanusiaan, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ucap Nassarudin.
Kerukunan dan cinta kemanusiaan, lanjut Nasaruddin, harus ditanamkan sejak dari rumah. “Cinta kemanusiaan yang menghadirkan empati dan kepedulian nyata tanpa membedakan latar belakang agama, suku, dan budaya,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya kesadaran ekoteologi dalam kehidupan beragama. Menang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan bumi untuk dipercayakan kepada manusia agar dipelihara demi keberlanjutan generasi.
Ia menuturkan, Kemenag mendorong penguatan kerukunan melalui kurikulum cinta dan ekologi. “Atas dasarnya inilah Kementerian Agama mengimplementasikan melalui penerapan kurikulum cinta dan ekologi dengan beragam program konkret yang menjawab problem aktual,” ucap Menag.
Dikesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas perayaan Natal secara nasional ini. Menurut Kepala Negara, perayaan Natal membuktikan Indonesia adalah negara rukun, harmonis, dan saling menghormati.
“Perayaan ini adalah kehormatan bagi saya, perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis. Kita saling hormat-menghormati saudara-saudara,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya. (*)





