KILASBABEL.COM, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kolaborasi dengan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (7/1/2026).
Hal ini ditandai dengan kunjungan serta serah terima barang hasil pengabdian dosen Program Studi Teknik Mesin berupa mesin screw extruder pencetak briket.
Mesin screw extruder pencetak briket tersebut dipinjamkan sebagai sarana pendukung kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Pangkalpinang. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus forum diskusi dalam rangka memperkuat program pembinaan.
Baca Juga: Wawako Dessy Tegaskan Komitmen Pemkot Revitalisasi Pasar
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan program pembinaan di Lapas selain menitikberatkan pada pembinaan kepribadian dan kemandirian juga mulai berorientasi pada pencarian core business, yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Program pembinaan kemandirian di Lapas merupakan program pengampu percepatan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026,” jelas Sugeng.
Selanjutnya, ia berharap kolaborasi ini tidak bersifat sementara, tetapi dikembangkan menjadi sinergi jangka panjang yang diformalkan melalui Perjanjian Kerja Sama.
“Kami berharap sinergi antara akademisi dan pemasyarakatan lintas bidang, terutama Teknik Mesin dan Pertanian, dapat diimplementasikan dalam program AgroTech Binaan serta diperluas ke jurusan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FST UBB, Eka Sari Wijianti, menyambut baik silaturahmi dan kolaborasi yang terjalin. Ia menyatakan kesiapan FST untuk mendukung program pembinaan di Lapas Pangkalpinang.
Baca Juga: Indeks Kerukunan Beragama Indonesia Tembus Skor 77,89
“Kebutuhan mesin untuk kegiatan pembinaan dapat diajukan oleh pihak Lapas dan bisa kami manfaatkan sebagai objek penelitian serta skripsi mahasiswa,” jelas Eka.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, beserta peserta magang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan serta pembinaan kemandirian warga binaan berbasis teknologi guna mendukung proses reintegrasi sosial.(eno/SP)






