Menhaj dan Umrah Gus Irfan Sebut Tenda Jamaah Haji 2026 Lebih Luas dan Murah

oleh -39 Dilihat
Menhaj dan Umrah Gus Irfan. (viva)

KILASBABEL.COM – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) memastikan seluruh persiapan tenda jamaah haji Indonesia di Mina telah rampung. Bahkan, pada penyelenggaraan Haji 2026, layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dipastikan lebih murah dengan kualitas yang justru meningkat.

“Tenda, insya Allah sudah selesai semuanya. Dan tahun ini layanan Armuzna kita ini lebih murah dari tahun lalu,” ujar Gus Irfan dalam konferensi pers “Outlook Penyelenggaraan Haji 2026” di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/6/2026).

Ia menjelaskan, pada musim haji sebelumnya biaya layanan Armuzna mencapai 2.300 riyal per jamaah. Tahun ini, pemerintah berhasil menekan biaya menjadi 2.100 riyal per jamaah, atau turun 200 riyal.

Tak hanya soal harga, kualitas layanan juga mengalami peningkatan. Jika pada tahun lalu setiap jamaah hanya mendapatkan luas kasur sekitar 0,8 meter persegi, pada Haji 2026 luas kasur meningkat menjadi satu meter persegi per jamaah.

“Jadi agak lebih murah tapi kualitasnya lebih baik,” ucap Gus Irfan.

Menurutnya, penurunan harga tersebut bisa dicapai karena pemerintah Indonesia melakukan negosiasi secara tegas dan transparan dengan penyedia layanan di Arab Saudi. Dalam proses perundingan, pemerintah menegaskan tidak meminta cashback, fee, maupun bentuk imbalan lainnya.

“Kenapa kita bisa lebih murah? Karena kita mulai berunding harga itu dengan kalimat bahwa kita minta harga ini harga bersih dari Anda. Kita tidak minta cashback, kita tidak minta fee, kita tidak minta apapun yang terkait itu,” jelasnya.

“Dan Alhamdulillah bisa turun langsung 200 riyal,” ujar Gus Irfan.

Cucu Pendiri NU ini memaparkan, efisiensi tersebut berdampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara. Dengan asumsi 200 ribu jamaah haji dan kurs 1 riyal setara Rp 4.200, maka penghematan mencapai sekitar Rp 180 miliar.

“Jadi dari harga Armuzna kita bisa meng-save (menghemat) Rp 180 miliar,” kata Gus Irfan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.