KILASBABEL.COM – Malam Isra Mi’raj, yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab, bukan sekadar peristiwa sejarah perjalanan vertikal dan horizontal Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam, ini adalah momentum “pencucian spiritual” dan waktu di mana pintu langit terbuka lebar bagi doa-doa hamba-Nya.
Peristiwa ini terdiri dari dua bagian utama: Isra, yakni Perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem menggunakan kendaraan Buraq. Mi’raj, yakni kenaikan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.
Peristiwa ini membawa beberapa esensi penting yang menjadikannya malam yang sangat istimewa, di antaranya momentum turunnya perintah shalat langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril.
Isra Mi’raj terjadi pada Amul Huzni (Tahun Kesedihan), peristiwa ini adalah cara Allah menghibur Rasulullah setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib. Menurut para ulama, malam ini termasuk salah satu waktu yang mustajab untuk memohon segala hajat.
Dalam tradisi Islam, terdapat doa dan amalan-amalan yang dianjurkan pada malam Isra Mi’raj. Merujuk situs NU Online, Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam kitab Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar mencantumkan sebuah doa khusus untuk malam tersebut. Ia menjelaskan bahwa doa ini memiliki faedah yang besar.
Berikut bacaan doanya:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn. Artinya,
Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Amalan-Amalan yang Dianjurkan
Melansir laman BAZNAS dan literatur tradisi Islam, berikut adalah beberapa amalan yang bisa dikerjakan:
1. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Menyucikan hati dengan mengingat Allah adalah inti dari peringatan ini. Zikir yang sangat dianjurkan adalah:
“Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar.”
2. Berpuasa di Bulan Rajab
Melakukan puasa sunah pada tanggal 27 Rajab memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa pahalanya dilipatgandakan seperti berpuasa 60 bulan.
3. Membaca Shalawat Nabi
Sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah yang telah menempuh perjalanan agung tersebut untuk umatnya.
4. Melaksanakan Shalat Sunah Malam
Melakukan shalat sunah (seperti Tahajud atau Shalat Hajat) untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (*)






