Peringati Bulan K3 Nasional 2026, PLN UP3 Belitung Bersama BPBD Belitung Tingkatkan Pemahaman Bahaya Api dan Penggunaan APAR Bagi Pegawai

oleh -22 Dilihat
Khairudin, Anggota Regu III BPBD Kabupaten Belitung saat memperagakan cara menggunakan APAR kepada para pegawai dan TAD PLN UP3 Belitung.(Foto/Istimewa)

KILASBABEL.COM, TANJUNG PANDAN – Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Belitung menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran yang dilaksanakan di Kantor PLN UP3 Belitung pada Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung sebagai bentuk komitmen PLN dalam memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan pemahaman pegawai terhadap bahaya kebakaran dan cara penanganannya secara cepat dan tepat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi bahaya api di lingkungan kerja, jenis-jenis kebakaran, serta pengenalan alat pemadam api ringan (APAR) beserta fungsinya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penggunaan APAR yang benar serta teknik pemadaman api menggunakan peralatan tradisional seperti karung basah sebagai upaya penanganan awal kebakaran.

Manager PLN UP3 Belitung, Megantara Vilanda Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya K3 yang kuat di lingkungan kerja PLN.

Baca Juga: PT Timah Tbk Bantu Biaya Pengobatan Anggun, Siswa SMAN 1 Damar di Belitung Timur

“Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, adalah kompetensi wajib bagi seluruh pegawai PLN. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya api dan cara menggunakan APAR, kami berharap seluruh insan PLN dapat bertindak cepat dan tepat sebelum kondisi darurat semakin membesar,” ujar Megantara.

Ia menambahkan bahwa simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel dan peralatan keselamatan kerja yang tersedia di lingkungan kantor.

“Melalui kegiatan ini, kami menguji kesiapan pegawai, peralatan APAR, serta koordinasi dengan BPBD. Harapannya, tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.

Baca Juga: Memaknai Ulang Pemerintahan

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Belitung serta Plt Kasie Penanganan Darurat Logistik dan Kebakaran menyampaikan pentingnya edukasi dan latihan langsung kepada pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran di tempat kerja.

“Kebakaran sering terjadi karena kelalaian kecil dan kurangnya pemahaman dalam penggunaan alat pemadam. Melalui sosialisasi dan praktik langsung ini, kami ingin memastikan setiap pegawai mengetahui jenis APAR yang digunakan serta langkah-langkah pemadaman awal, termasuk dengan metode sederhana seperti karung basah jika APAR tidak tersedia,” jelas Harozi.

Baca Juga: Tumbangkan Popsivo Polwan 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Tutup Putaran Pertama Proliga 2026 dengan Meyakinkan

Ia juga mengapresiasi PLN UP3 Belitung yang secara konsisten melibatkan BPBD dalam kegiatan peningkatan kapasitas keselamatan kerja.

“Kami mengapresiasi PLN UP3 Belitung yang aktif membangun sinergi dengan BPBD. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat,” tambahnya.

Simulasi tanggap darurat ini melibatkan seluruh pegawai PLN UP3 Belitung dengan skenario kebakaran ringan yang mencakup praktik pemadaman api menggunakan APAR, serta pemadaman api dengan media tradisional berupa karung basah sebagai bentuk edukasi penanganan awal kebakaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 dan sekaligus mendukung upaya PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, andal dan berkelanjutan.(nug/SP)

No More Posts Available.

No more pages to load.