KILASBABEL.COM – Tim SAR melanjutkan pencarian korban tambang bijih timah jenis inkonvensional yang tertimbun tanah di area tambang Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari keempat pencarian, Kamis.
“Hari ini mulai jam 08.48 WIB, tim SAR kembali melanjutkan pencarian korban atas nama Soleh, asal Pandeglang, Banten yang belum ditemukan setelah dilakukan pencarian sejak insiden terjadi pada Senin (2/2), pukul 17.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah di Sungailiat, Kamis.
Dengan menggunakan alat berat, katanya, tim SAR di tempat kejadian mengalami kesulitan dalam mencari korban karena struktur tanah yang bergeser.
Tercatat sejak insiden tanah longsor di area tambang bijih timah milik warga Kecamatan Pemali tersebut, tim SAR berhasil mengevakuasi enam korban yang semuanya dinyatakan meninggal dunia.
“Keenam pekerja tambang timah semua berasal dari Kecamatan Pandeglang, Banten, Jawa Barat yakni atas nama Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex, dan Manaf,” kata dia.
dalam musibah itu, ada empat pekerja yang sama-sama berasal dari Pandeglang yang berhasil menyelamatkan diri, Ecek, Asep, Mani dan Sainan.
“Kita semua berharap, hari ke-4 ini tim SAR berhasil menemukan korban di tempat kejadian supaya segera dapat dipulangkan ke Pandeglang sesuai keinginan pihak keluarga,” kata Rusmansyah.
Diduga aktivitas penambangan bijih timah milih pribadi di Desa Pemali, Kabupaten Bangka itu tidak mengantongi izin resmi meskipun kegiatan penambangan berada di atas lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
Untuk membantu mempercepat proses pencarian korban, pihaknya menerjunkan sejumlah personel BPBD yang dianggap sudah berpengalaman dengan menggunakan alat berat dan menerjunkan anjing pelacak dari Polda Bangka Belitung.
Tim SAR yang diturunkan mencari korban melibatkan personel dari Polres Bangka, Polsek Pemali, SAR Brimob, BPBD Bangka, SAR Pangkalpinang, Satuan Relawan Sekaban, satuan pengaman Timah, persatuan operator dan dibantu masyarakat setempat. (*)





