KILASBABEL.COM – Seniman lukis ekspresif, Mansyur, menghadirkan terobosan baru dalam dunia seni rupa dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal, timah dan kaolin, sebagai media lukis. Inovasi ini merupakan bagian dari rangkaian workshop dan pameran seni lukis yang didanai melalui program Dana Indonesiana 2025.
Kegiatan yang telah dimulai sejak Jumat, 6 Februari 2026 ini, melibatkan pelajar SMA/SMK beserta guru pembimbing di dua lokasi ikonik, yaitu Gedung Nasional dan Pantai Tanjung Pendam, Belitong. Mansyur memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa melukis tidak terbatas pada cat konvensional.
”Kita bisa membuat kanvas dari kaolin dan menggunakan bongkahan timah untuk menggantikan warna hitam, sementara warna lainnya diambil dari ekstrak tumbuh-tumbuhan di sekitar kita,” ujar Mansyur dalam sesi interkatif bersama RRI, Minggu (8/Februari/2026).
Mansyur mengungkapkan bahwa pemilihan media ini berakar dari identitas Belitung yang sejak lama dikenal dunia sebagai Pulau Timah dan Kaolin. Bahkan, ia menyebutkan dalam catatan Tiongkok kuno, Belitung sudah dikenal dengan nama Kaulun atau Kaolin. Target utama dari gerakan ini adalah menjadikan lukisan timah dan kaolin sebagai ikon baru Bangka Belitung.
“Goalnya adalah agar wisatawan yang berkunjung ke Belitung bisa membawa pulang oleh-oleh khas berupa lukisan yang terbuat dari timah dan kaolin,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Belitong, Iqbal H. Saputra, memberikan apresiasi tinggi terhadap ide brilian Mansyur yang mampu melihat timah dari sudut pandang seni edukatif di tengah polemik industri yang ada.
”Di tangan Pak Mansyur, timah dan kaolin bukan lagi sekadar komoditas industri, melainkan karya seni yang mempersatukan dan mencerahkan. Ini adalah cara kita, ini cara seniman merayakan kekayaan bumi dengan damai tanpa konflik, untuk itu kami sangat mendukung sejak awal sampai nanti puncak kegiatannya,” ungkap Iqbal
Rangkaian kegiatan edukatif ini akan mencapai puncaknya pada 15 Februari 2026 mendatang, di mana hasil karya workshop para siswa akan dipamerkan secara resmi di Gedung Nasional Tanjung Pandan. Dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatannya, Mansyur didampingi para pengurus Dewan Kesenian Belitung. (*)





