KILASBABEL.COM, KARIMUN – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya untuk melestarikan lingkungan pesisir melalui program penebaran kembali kepiting bakau di wilayah operasional perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH (Persero) Tbk telah melepasliarkan total 1.400 ekor juvenil kepiting bakau ke perairan Kundur dan Karimun di Provinsi Kepulauan Riau.
Program ini merupakan bagian dari upaya reklamasi laut dan konservasi ekosistem pesisir perusahaan, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi komunitas nelayan lokal.
Inisiatif penebaran kembali kepiting ini juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem mangrove, yang berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, menjaga kualitas lingkungan, dan berfungsi sebagai habitat alami bagi berbagai spesies laut.
Kepala Departemen Komunikasi Korporat di PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa penebaran kembali kepiting bakau dilakukan secara rutin untuk memastikan populasi tetap berkelanjutan.
“Pengisian kembali stok berperan penting dalam memulihkan populasi spesies perairan, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan menjaga keseimbangan fungsi ekosistem pesisir. Perusahaan berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi sehingga dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan,” kata Anggi, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Tambang, PT Timah Tbk Jadi Bagian Masyarakat di Desa Baskara Bakti
Salah seorang nelayan, Awang, mengakui bahwa ia telah merasakan dampak positif dari program tersebut. Ia mengatakan bahwa para nelayan sekarang tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga kepiting yang cukup besar.
“Kepiting terjual dengan cepat karena permintaannya tinggi. Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang terus melakukan pelepasan kepiting, sehingga populasinya kini cukup melimpah,” ujarnya.
Baca Juga: Polresta Pangkalpinang Ungkap Kasus Persetubuhan Anak, Pelaku 20 Tahun Diringkus
Demikian pula, Idris, seorang nelayan dari Desa Gemuruh, mengatakan bahwa program penebaran kembali sangat membantu para nelayan tradisional, karena populasi kepiting terus meningkat.
“Kami sangat senang karena kami sudah merasakan manfaatnya. Populasi kepiting telah bertambah dan hasil tangkapan kami meningkat,” katanya.
Melalui pelepasan 1.400 kepiting bakau, PT TIMAH (Persero) Tbk berharap dapat menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Kepulauan Riau sekaligus meningkatkan kesejahteraan jangka panjang masyarakat pesisir.(SP)






