BPOM Ambil 87 Sampel Takjil di Pangkalpinang, Cegah Peredaran Makanan Berbahaya

oleh -103 Dilihat
Sumber foto : Antara.

KILASBABEL.COM – BPOM Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengambil 87 sampel takjil Ramadhan guna memastikan makanan berbuka puasa itu bebas dari bahan kimia berbahaya yang merugikan kesehatan masyarakat.

“Hari ini kita ambil 87 sampel takjil yang dicurigai mengandung bahan-bahan kimia berbahaya,” kata Kepala BPOM Pangkalpinang Agus Riyanto di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan pengambilan 87 sampel takjil berbuka puasa Ramadhan ini karena secara fisik dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar.

“Sebanyak 87 sampel takjil ini dilakukan uji cepat di lokasi untuk memastikan makanan dan minuman berbuka puasa tersebut tidak mengandung bahan berbahaya,” katanya.

Ia menyatakan ada beberapa parameter bahan berbahaya yang dilakukan pengujian, di antaranya formalin, boraks, rhodamine B dan metanil yellow, karena dapat merugikan kesehatan masyarakat di daerah ini.

“Bahan-bahan berbahaya ini yang akan kita fokuskan saat pengujian sore hari ini,” katanya.

Dia menjelaskan apabila ditemukan pedagang yang terbukti menjual makanan mengandung bahan berbahaya, maka BPOM akan mengambil langkah tegas namun persuasif.

“Apabila ditemukan makanan mengandung zat berbahaya maka kita akan segera dihentikan penjualannya dan pedagang yang bersangkutan akan diberikan pembinaan agar tidak lagi menggunakan bahan terlarang,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.