DPR Minta Pengawasan Ketat Program MBG

oleh -33 Dilihat
Foto : by net.

KILASBABEL.COM – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmawati Herdian meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto diawasi secara ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ia menegaskan, pengawasan dari seluruh pihak terkait menjadi faktor krusial untuk memastikan program berjalan efektif di lapangan.

“Tentunya, pengawasan ketat terhadap MBG dari pihak-pihak terkait sangat penting. Supaya pelaksanaan di lapangan tepat sasaran,” katanya di Bandarlampung, Senin, 16 Februari 2026.

Menurutnya, tanpa kontrol yang kuat, potensi penyimpangan dan persoalan teknis dapat menghambat capaian program. Rahmawati menilai MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan persoalan gizi buruk yang masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah.

Dengan pelaksanaan yang tepat, program tersebut dinilai mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “MBG ini salah satu program strategis untuk menjawab tantangan gizi buruk di Indonesia. Dengan pelaksanaan yang tepat, program ini dapat mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan gizi sejak dini akan berdampak jangka panjang terhadap daya saing bangsa. Selain berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, ia menilai program MBG juga memiliki efek ganda terhadap perekonomian lokal.

Pelibatan pelaku usaha daerah, penyedia bahan pangan, serta tenaga kerja setempat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pelaksanaan program. Namun demikian, Rahmawati mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat.

Kolaborasi pemerintah daerah, yayasan, serta mitra penyedia menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas implementasi. “Kami berharap tidak ada lagi insiden seperti kasus keracunan makanan yang dapat merugikan para penerima manfaat program ke depannya,” katanya.

Menurutnya, kejadian keracunan yang pernah terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki tata kelola dan sistem pengawasan distribusi makanan. “Melalui evaluasi dari kejadian yang ada, kita harus menemukan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai tantangan, baik dari sisi logistik, pendanaan, maupun sumber daya manusia,” ucapnya.

Ia menegaskan, penguatan standar keamanan pangan dan pengawasan distribusi menjadi kunci agar tujuan program MBG dapat tercapai secara optimal. Rahmawati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga keberlangsungan dan kualitas pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, konsistensi dan komitmen bersama akan menentukan keberhasilan MBG. Dalam mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.